Tangis Pecah di Lapas Singkawang, 25 Narapidana Basuh Kaki Ibu: “Saya Teringat Saat Merawatnya Kecil”

Suasana haru biru saat 25 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Singkawang bersimpuh membasuh kaki ibu mereka dalam peringatan Hari Ibu ke-97, Minggu (22/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Suasana haru biru saat 25 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Singkawang bersimpuh membasuh kaki ibu mereka dalam peringatan Hari Ibu ke-97, Minggu (22/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Suasana haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singkawang, Minggu (22/12/2025).

Sebanyak 25 warga binaan pemasyarakatan (WBP) tampak bersimpuh dan membasuh kaki ibu mereka masing-masing dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97.

Baca Juga: Bedah Kasus HPL Pasir Panjang: Mengapa Secara Yuridis Wali Kota Singkawang Adalah Aktor Utama?

Kepala Lapas Kelas IIB Singkawang, David Anderson Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan metode pembinaan kepribadian yang mendalam.

Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran moral dan nilai kekeluargaan agar para narapidana termotivasi untuk memperbaiki diri.

“Kegiatan membasuh kaki ibu ini kami rancang sebagai sarana pembinaan mental dan emosional, agar warga binaan memperoleh ridho orang tua dan termotivasi menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh,” ujar David.

Momentum Refleksi dan Tobat

Mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, acara ini dimaknai sebagai titik balik bagi para WBP.

David berharap, melalui sentuhan spiritual dan emosional ini, para warga binaan tidak akan mengulangi kesalahan mereka di masa depan.