Tinggalkan Ponsel dan Akun Medsos Terkunci, Kematian Guru Asal Surabaya di Sintang Sisakan Misteri

Kolase foto mendiang Marcella Tiara Permata Hati (kiri) dan proses evakuasi jenazah oleh warga dan kepolisian di tepian Sungai Melawi, Sintang, Kamis (18/12/2025). (Dok. Ist)
Kolase foto mendiang Marcella Tiara Permata Hati (kiri) dan proses evakuasi jenazah oleh warga dan kepolisian di tepian Sungai Melawi, Sintang, Kamis (18/12/2025). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SINTANG – Penemuan jenazah Marcella Tiara Permata Hati, seorang guru muda asal Surabaya yang mengabdi di pedalaman Kalimantan Barat, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.

Jenazah guru SMPK Bukit Raya Serawai ini ditemukan di tepian Sungai Melawi, Hilir Desa Landau Leban, pada Kamis pagi (18/12/2025).

Baca Juga: Geger Dini Hari, Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Depan Mitra Mart Sungai Jawi

Marcella sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (17/12/2025).

Pihak Pastoran Gereja Santo Monfort mengonfirmasi identitas korban berdasarkan ciri fisik dan pakaian serba hitam yang dikenakannya saat ditemukan.

Polsek Serawai pun langsung mengevakuasi jenazah menuju rumah dinas untuk disemayamkan.

Kejanggalan Barang Pribadi

Meskipun jenazah telah ditemukan, sejumlah kejanggalan mencuat dan menjadi sorotan publik.

Korban diketahui meninggalkan barang-barang pribadinya, termasuk laptop dan dua unit ponsel, di tempat tinggalnya sebelum menghilang.

Yang semakin memicu spekulasi, akun media sosial pada ponsel yang ditinggalkan tersebut dikabarkan mendadak tidak dapat diakses oleh pihak yang memeriksa.

Baca Juga: Bina UMKM Desa Kebong, Kodim 1205/Sintang Raih Juara 1 Kasad Award Kampung Pancasila 2025

Hal ini dinilai tidak wajar karena meninggalkan gawai dalam kondisi terkunci rapat bukanlah kebiasaan korban.

Selain itu, lokasi penemuan jenazah yang dinilai sangat jauh dari titik awal korban diduga terjatuh memicu keraguan masyarakat terhadap dugaan kecelakaan murni.

“Semoga cepat terungkap kematian yang bersangkutan, soalnya agak janggal cerita kronologisnya,” tulis Riko Kayong, salah satu warga yang turut menyoroti kasus ini di media sosial.

Polisi Janji Transparan Menanggapi keresahan publik, Kapolsek Serawai, AKP Bambang Hermanto, menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional. Pihaknya saat ini tengah mengumpulkan informasi tambahan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.