Hidupkan Semangat Mapalus, Warga Kawanua Kubu Raya Berbagi Kasih di Panti Asuhan Jelang Natal

Pengurus DPD Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kubu Raya bersama anak-anak panti asuhan dan lansia berfoto bersama usai penyerahan bantuan dalam aksi sosial Kawanua Peduli, Sabtu (20/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Pengurus DPD Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kubu Raya bersama anak-anak panti asuhan dan lansia berfoto bersama usai penyerahan bantuan dalam aksi sosial Kawanua Peduli, Sabtu (20/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Semangat gotong royong khas Minahasa atau yang dikenal dengan Mapalus terus dihidupkan oleh warga Kawanua di tanah rantau.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, DPD Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kabupaten Kubu Raya menggelar aksi sosial bertajuk “Kawanua Peduli” pada Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga: Khidmat dan Tertib, Ibadah Perayaan Natal di Gereja PPU Shalom Kayan Hilir Berjalan Aman

Aksi sosial ini menyasar kelompok rentan dengan memberikan bantuan sembako dan kebutuhan pokok ke sejumlah lokasi, yakni Panti Wredha Yayasan Yesaya Lima Delapan, Panti Asuhan El Shadday, serta warga lansia Kawanua di Kubu Raya.

Koordinator Aksi Sosial, Veibe Montororing, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan cukup beragam untuk menunjang kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat.

“Ada lebih dari 20 item jenis barang yang kami berikan mulai dari sembako, bahan pangan hingga kebutuhan kesehatan rumah tangga,” ujar Veibe.

Filosofi Sitou Timou Tumou Tou

Ketua DPD KKK Kabupaten Kubu Raya, Rolf Korah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan, melainkan wujud nyata dari pelestarian nilai budaya leluhur.

Ia menyebut semangat Mapalus dan falsafah hidup Sitou Timou Tumou Tou menjadi landasan utama pergerakan organisasi ini.

“Semangat Mapalus, sistem gotong royong atau kerja sama tradisional masyarakat Minahasa tanpa pamrih ini yang masih terus dipertahankan oleh warga Kawanua di Kubu Raya,” jelas Rolf.

Rolf menambahkan, falsafah Sitou Timou Tumou Tou yang bermakna ‘manusia hidup untuk memanusiakan orang lain’, mengajarkan pentingnya tanggung jawab sosial untuk memberi manfaat bagi sesama.