“Apabila tidak ada sekolah yang didistribusikan, maka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mendistribusikan MBG kepada Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), dan Balita (non-PAUD),” jelas Agus merinci skema pengalihan tersebut.
Kendala Siswa Mudik
Menurut Agus, opsi distribusi ke sekolah sejatinya masih terbuka jika para siswa bersedia datang mengambil jatah makan siang mereka.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan banyak siswa yang memanfaatkan waktu libur untuk pulang kampung, sehingga opsi distribusi ke sekolah menjadi tidak efektif.
“Akan tetapi mungkin sudah karena banyak juga siswa yang berasal dari daerah dan sudah pulang ke kampung masing-masing, jadi distribusi tidak dapat dilakukan,” tuturnya.
Pantauan tim di lapangan juga memperkuat pernyataan tersebut.
Sejumlah dapur umum penyedia MBG terlihat tetap beroperasi dan sibuk mengolah makanan meski sekolah-sekolah di sekitarnya tampak lengang.
(Ra)
















