Faktakalbar.id, PONTIANAK – Momentum “pulang kampung” bagi para alumni Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Fahutan UNTAN) tahun ini terasa berbeda. Melalui perhelatan Balek Alumni Rimbawan (BELIAN) 2025, para rimbawan tidak hanya berkumpul untuk melepas rindu, tetapi juga untuk merespons tantangan ekologi yang kian nyata di depan mata.
Gusti Hardiansyah, Guru Besar Universitas Tanjungpura sekaligus alumni Fahutan UNTAN Angkatan 1986, menegaskan bahwa BELIAN 2025 adalah sebuah peristiwa batin.
“Ia adalah perjumpaan nilai antara masa lalu, masa kini, dan masa depan rimbawan,” ungkapnya.
Selama 25 tahun berdiri, Fahutan UNTAN telah melahirkan ribuan rimbawan yang tersebar dari hulu Kapuas hingga forum kebijakan global.
Baca Juga: Tak Cuma Pakaian, Dosen Fahutan Untan Sumbang Mesin Cuci untuk Program Shorea
Namun, bagi Gusti, makna “pulang” bagi seorang rimbawan jauh melampaui nostalgia; ia adalah peneguhan amanah bahwa ilmu kehutanan harus hidup dalam kebijakan publik dan keberlanjutan alam.
Acara BELIAN 2025 ini juga menjadi momen refleksi atas kondisi alam Indonesia saat ini. Rentetan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini menjadi pengingat keras bagi para alumni.
Dalam sebuah bait pantunnya, Gusti Hardiansyah menyampaikan pesan mendalam:
Aceh, Sumut, Sumbar kami ikut berduka panjang,
Hutan dijaga, alam pun menjaga manusia.
Hilangnya tutupan hutan dan degradasi daerah aliran sungai (DAS) disebut sebagai persoalan klasik yang terus berulang. Bagi para rimbawan, bencana-bencana tersebut adalah “alarm etik” yang menuntut aksi nyata dari para lulusan kampus kehutanan.
Fahutan UNTAN memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan penjaga ekologi Kalimantan. Pulau ini, dengan hutan tropisnya, merupakan penyangga ekologi nasional yang krusial.
Gusti menekankan bahwa pembangunan dan perlindungan hutan tidak seharusnya saling meniadakan, melainkan harus berjalan beriringan melalui tata kelola yang adil dan berbasis ilmu.
Sebagai bagian dari komitmen alumni, Gusti juga menitipkan pesan khusus kepada Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto:
















