“Pentingnya kesiapsiagaan, koordinasi lintas satgas, serta pemahaman peran masing-masing personel dalam menghadapi dinamika situasi di lapangan selama operasi berlangsung,” tegas Kompol Denny Satria dalam arahannya.
Penjelasan teknis mengenai simulasi disampaikan oleh Kabagops Polres Kayong Utara, AKP Suhud Tri Haryatmo. Ia memaparkan secara rinci mengenai plotting pengamanan dan skenario pergeseran pasukan jika terjadi situasi darurat.
Simulasi ini melibatkan sebanyak 57 personel yang dibagi ke dalam enam satuan tugas (Satgas) utama, yakni:
-
Satgas Preemtif
-
Satgas Preventif
-
Satgas Kamseltibcarlantas
-
Satgas Humas
-
Satgas Gakkum
-
Satgas Banops
Baca Juga: Fokus Amankan Rumah Ibadah dan Stabilkan Harga, Pemkot Pontianak Matangkan Persiapan Nataru 2026
Melalui metode Tactical Floor Game, seluruh personel mendapatkan gambaran utuh mengenai pola penempatan, mekanisme bertindak, pengendalian massa, hingga sistem pelaporan cepat saat terjadi situasi kontinjensi.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 09.00 WIB ini diharapkan mampu menyamakan persepsi seluruh anggota di lapangan. Tujuannya agar tindakan kepolisian yang diambil dapat berjalan cepat, tepat, dan humanis.
“Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh personel pengamanan memiliki kesamaan persepsi, kesiapan mental, serta kemampuan bertindak cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” tambah perwakilan Polres Kayong Utara.
Pelaksanaan TFG ini menjadi bukti kesiapan Polres Kayong Utara dalam menyukseskan Operasi Lilin Kapuas 2025.
Polisi berkomitmen menjamin perayaan Natal dan pergantian tahun di wilayah Kayong Utara berjalan aman, nyaman, dan kondusif.
(*Red)
















