“Kawasan ini juga dilengkapi dengan 1 unit pos jaga dan 1 unit fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak,” bunyi keterangan resmi pihak BNPB.
Mengingat jumlah unit di lokasi utama belum mencukupi untuk menampung seluruh korban, pemerintah menyiapkan dua lokasi tambahan.
Lokasi tersebut berada di Lapangan Bola Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia Timur, serta Lapangan Bola Jajaran Tantaman di Nagari Tigo Koto Silungkang.
Target Rampung Sebelum Sekolah Dimulai
Pelaksanaan fisik di lapangan berada di bawah komando Komandan Distrik Militer (Dandim) 0304/Agam dengan dukungan penuh lintas sektor.
BNPB menetapkan target ketat agar seluruh unit huntara sudah dapat dihuni sebelum tanggal 2 Januari 2026.
Baca Juga: Gerak Cepat Pulihkan Dampak Bencana, BNPB Siapkan Pembangunan 750 Unit Huntara di Sumatra Barat
Tenggat waktu ini ditetapkan bukan tanpa alasan. Saat ini, para pengungsi menempati Gedung SDN 05 Kayu Pasak.
Pemindahan pengungsi ke huntara harus segera dilakukan agar gedung sekolah dapat disterilkan dan digunakan kembali untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
“Langkah ini penting mengingat kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai pada 5 Januari 2026, bertepatan dengan awal semester genap tahun ajaran 2025/2026,” tambah keterangan tersebut.
BNPB bersama pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan dan kenyamanan warga.
(*Red)
















