Direktur Akademi Farmasi Yarsi Pontianak, Adhisty Kharisma Justicia, saat diwawancarai wartawan menyoroti pentingnya peran para lulusan baru ini bagi daerah.
Ia menekankan bahwa Kalimantan Barat saat ini sangat membutuhkan advokasi dan pelayanan farmasi yang merata.
“Saya harapkan wisudawan-wisudawati yang lulus tahun 2025 dapat terus melakukan pekerjaan atau melanjutkan perkuliahan. Ditambah lagi, tantangan sekarang terkait advokasi farmasi khususnya di Kalimantan Barat memang sangat dibutuhkan,” ujar Adhisty.
Oleh karena itu, Adhisty mendorong para lulusan, terutama yang berasal dari daerah (luar Pontianak), untuk kembali dan membangun layanan kesehatan di kampung halaman masing-masing.
“Jadi saya harapkan yang asli daerah bisa kembali ke daerah masing-masing,” imbuhnya.
Kurikulum 70 Persen Praktik
Untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi tinggi dan siap terjun ke masyarakat, Akfar Yarsi Pontianak menerapkan strategi pendidikan vokasi yang ketat.
Adhisty menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan didominasi oleh praktik lapangan.
“Strategi kampus supaya wisudawan kita siap bekerja dimulai dari basis kurikulum kita. Kita adakan 70 persen berbasis praktikum,” jelasnya.
Dengan porsi praktik yang lebih besar daripada teori, para wisudawan dinilai telah memiliki skill teknis yang mumpuni.
“Sehingga pada saat wisudawan lulus dari Akademi Farmasi Yarsi Pontianak, mereka sudah siap bekerja dengan praktik aplikasiannya,” tutup Adhisty.
Baca Juga: Mayat Ditemukan di Parit Depan RS Yarsi, Warga Diimbau Cek ke Rumah Sakit
(*Mira)















