“Banyak nama-nama di SK itu hanya dipakai namanya saja untuk keterwakilan karena kebetulan ini kegiatan besar daerah namun faktanya yang kerja itu hanya mereka ketua panitia pelaksana kita tidak dilibatkan sama sekali,” tegasnya.
Tak Ada LPJ hingga Sekarang
Ironisnya, hingga saat ini belum ada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) terkait penggunaan anggaran kegiatan tersebut.
Aheng mengaku pernah mengajak dilakukan pembubaran panitia sekaligus pelaporan LPJ, namun usulan tersebut tidak dihiraukan oleh Ketua Panitia.
Ia meminta agar pihak yang benar-benar bertanggung jawab berani menghadapi proses hukum dan tidak menyeret nama-nama panitia yang hanya bersifat formalitas.
“Kalau memang salah kita minta diproses, ketua panitia jangan diam dan harus berani bertanggung jawab, jangan kemudian menarik-narik ke kami yang hanya formalitas namanya masuk dalam SK,” pungkas Aheng.
Sumber internal panitia lainnya turut membenarkan bahwa Napak Tilas merupakan agenda yang diinisiasi secara masif oleh Martin Rantan, dengan pelaksana teknis Gusti Kamboja yang dibantu sekretarisnya, Leonardus Rantan.
(Ra)
















