Para nahkoda dan penyedia jasa angkutan air diperingatkan untuk tidak menyepelekan ketersediaan jaket pelampung (life jacket) bagi setiap penumpang.
“Mengingat kondisi cuaca belakangan ini tidak menentu, seluruh alat keselamatan berlayar dipastikan harus dalam kondisi lengkap dan layak pakai,” tegas petugas di lapangan kepada para awak kapal.
Otoritas setempat menekankan bahwa keselamatan nyawa penumpang harus menjadi prioritas di atas kecepatan waktu tempuh.
Para nahkoda diminta untuk lebih peka membaca situasi alam dan tidak memaksakan keberangkatan jika kondisi perairan dianggap membahayakan.
Pelabuhan Teluk Melano sendiri merupakan salah satu urat nadi transportasi vital bagi masyarakat pesisir di Kayong Utara.
Lonjakan gelombang atau angin kencang yang bisa terjadi sewaktu-waktu menuntut kewaspadaan ekstra dari operator kapal maupun penumpang agar insiden di laut dapat dihindari.
Baca Juga: Meski Tantangan Fiskal, Pemkab Kayong Utara Pastikan Perlindungan Jamsostek Pekerja Rentan di 2026
(*Mira)
















