Faktakalbar.id, JAKARTA – Kediaman streamer Adimas Firdaus, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Resbob, didatangi oleh sekelompok massa pada Kamis (12/12/2025).
Aksi penggerudukan ini dipicu oleh kemarahan publik atas beredarnya potongan video siaran langsung Resbob yang melontarkan ujaran kebencian bernada SARA terhadap suku Sunda.
Baca Juga: Dua Sanksi Menanti Rizky Kabah: Jerat Pidana ITE dan Kewajiban Hukum Adat Dayak Capa Molot
Massa yang berkumpul di depan rumah sang streamer menyampaikan protes keras dan menuntut pertanggungjawaban.
Situasi sempat memanas ketika warga mendesak agar Resbob segera diproses secara hukum oleh pihak kepolisian.
Massa bahkan mengancam akan menerapkan “hukum rimba” jika aparat tidak segera bertindak tegas terhadap pelaku penghinaan tersebut.
Dalam video yang viral di media sosial, Resbob terdengar melontarkan kalimat kasar “semua Sunda anjing” saat sedang melakukan live streaming.
Ucapan tersebut dengan cepat menyebar dan memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, khususnya masyarakat Sunda.
Baca Juga: Paguyuban Pasundan Silaturahmi dengan Bupati, Rencanakan Pagelaran Seni Sunda
Mengaku Mabuk
Menanggapi tekanan massa yang mengepung kediamannya, Resbob akhirnya memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ia berdalih bahwa saat melontarkan kalimat tersebut, dirinya berada di bawah pengaruh alkohol alias mabuk.
Resbob mengaku dirinya tidak sadar penuh saat kejadian dan bahkan merasa tidak percaya bahwa ujaran kebencian tersebut keluar dari mulutnya sendiri saat rekaman siaran langsung itu diputar kembali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai status hukum Adimas Firdaus terkait insiden ini.
(ra)
















