Baca Juga: Dukung Distribusi Logistik di Tapanuli Tengah, BNPB Gelar Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca
Selain itu, perangkat pendukung infrastruktur darurat seperti panel surya (solar panel), perangkat internet Starlink, genset, dan perlengkapan sanitasi air bersih juga turut disertakan.
Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, total nilai bantuan yang dikerahkan mencapai Rp1,5 miliar.
“Total dari keseluruhan bantuan yang kita kirimkan ke Aceh ini termasuk tim-tim yang tadi ada sekitar Rp1,5 miliar yang akan kita donasikan masuk ke Aceh ini. Kita juga bawa tenaga ahli rekayasa air bersih untuk daerah yang masih krisis air bersih kita instalasi 10 alat pengolah air bersih,” terang Nurul.
Kolaborasi Lintas Kampus
Dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan ini dilakukan melalui skema kolaborasi dengan perguruan tinggi lokal, yakni Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Malikussaleh (Unimal).
Sinergi ketiga kampus ini fokus pada pengerahan bantuan teknis seperti instalasi sanitasi air bersih dan energi surya yang akan diterbangkan menggunakan armada pesawat Pos Pendamping Nasional.
Kerja sama ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan elemen perguruan tinggi dalam meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Baca Juga: Tinjau Banjir Aceh Tamiang, Kepala BNPB Pastikan Pembersihan RSUD dan Distribusi Logistik Lancar
(*Red)
















