Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Memasuki usia 20-an seringkali identik dengan quarter life crisis, tumpukan tenggat waktu pekerjaan, dan ekspektasi sosial yang tinggi.
Di tengah hiruk-pikuk menjadi “dewasa”, banyak dari kita yang diam-diam kembali menyalakan TV atau layanan streaming untuk menonton Tom & Jerry, SpongeBob, atau animasi Ghibli.
Seringkali dianggap kekanak-kanakan, ternyata menonton kartun di usia dewasa memiliki segudang manfaat psikologis.
Ini bukan sekadar pelarian, melainkan cara otak kita beristirahat.
Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kita Perlu Menonton Spongebob? Lebih dari Sekadar Kartun Biasa
Berikut adalah 5 alasan mengapa menonton kartun di usia 20-an itu baik untuk kesehatan mentalmu:
1. Bentuk ‘Healing’ Paling Murah dan Instan
Dunia orang dewasa penuh dengan kompleksitas dan drama.
Menonton kartun memberikan jeda dari realitas tersebut.
Plot cerita kartun yang sederhana, warna-warna cerah, dan penyelesaian masalah yang instan (biasanya selesai dalam 30 menit) memberikan sinyal pada otak untuk rileks.
Ini adalah mekanisme coping yang efektif untuk menurunkan kadar kortisol (hormon stres) setelah seharian bekerja.
2. Terhubung Kembali dengan ‘Inner Child’
Psikolog sering menyebut pentingnya merangkul inner child atau sisi kanak-kanak dalam diri kita.
Menonton tayangan favorit masa kecil memicu nostalgia yang menenangkan.
Rasa aman dan nyaman yang kita rasakan saat menonton kartun di masa lalu bisa bangkit kembali, memberikan perasaan hangat dan terlindungi yang mungkin hilang saat kita sibuk mengejar karir.
3. Menemukan Makna dan Perspektif Baru
Pernahkah kamu menonton ulang SpongeBob SquarePants atau Toy Story saat dewasa dan menyadari betapa dalamnya dialog mereka?
















