Hari ke-12 Pencarian, BNPB Terjun Langsung Dampingi Posko Darurat Padang Panjang

Personel tim SAR gabungan mendengarkan arahan dari pejabat BNPB saat apel pagi di lokasi terdampak longsor Padang Panjang dengan latar belakang kerusakan infrastruktur. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Personel tim SAR gabungan mendengarkan arahan dari pejabat BNPB saat apel pagi di lokasi terdampak longsor Padang Panjang dengan latar belakang kerusakan infrastruktur. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PADANG PANJANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginstruksikan pejabat dan personelnya untuk terjun langsung mendampingi pos komando (posko) di tingkat kabupaten dan kota yang terdampak bencana.

Langkah ini diambil selain mengaktifkan Pos Pendamping Nasional (Pospenas) di pusat pemerintahan Sumatra Barat, Selasa (09/12/25).

Baca Juga: Bocoran Prabowo di Aceh: RI Bakal Punya ‘Raksasa’ Mi-26 dan 200 Helikopter Baru Mulai Januari

Dukungan tersebut terlihat saat perwakilan BNPB memberikan semangat kepada personel gabungan tim pencarian dan pertolongan (SAR) di Kota Padang Panjang yang telah memasuki hari ke-12 operasi.

Apel pagi digelar sebelum operasi dimulai untuk menargetkan titik pencarian serta memastikan prosedur keamanan dan keselamatan bagi personel dari Basarnas, TNI, Polri, PMI, BPBD, dan unsur terkait pemerintah kota.

Penanggung jawab BNPB wilayah Padang Panjang, Rudi Supriyadi menegaskan bahwa pihaknya terus memantau dan memastikan dukungan sumber daya yang dibutuhkan dalam operasi pencarian tetap tersedia.

Koordinator tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Basarnas ini merupakan bagian dari bidang yang diaktifkan di bawah komando Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Pemerintah Kota Padang Panjang.

Baca Juga: Dukung Distribusi Logistik di Tapanuli Tengah, BNPB Gelar Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca

Tantangan Cuaca dan Data Korban Terkini

Operasi pencarian di lapangan menghadapi kendala cuaca.

Pada siang hari, kawasan Lembah Anai terpantau diguyur hujan lebat yang mengganggu proses pencarian korban di lokasi terdampak.

Berdasarkan data BNPB per Selasa (9/12) pukul 13.00 WIB, tercatat korban meninggal dunia di Padang Panjang mencapai 19 jiwa, korban hilang 32 jiwa, dan korban luka-luka sebanyak 4 orang.

Wilayah terdampak mencakup 8 kelurahan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Padang Panjang Barat dan Padang Panjang Timur.

Baca Juga: Tembus Medan Ekstrem Sumatera, Kemhan Terima Armada Taktis ‘Scorpio Vigar’ dari Agrinas

Kerusakan Infrastruktur dan Penanganan Pengungsi

Selain korban jiwa, total kerusakan rumah tercatat mencapai 234 unit.

Kerusakan infrastruktur juga cukup parah, di mana akses jalan lintas nasional dari Kota Padang menuju Kota Padang Panjang terputus sepanjang 1 kilometer.

Akses jalan lintas kecamatan juga terdampak material longsor, meliputi Kelurahan Koto Katik, Kelurahan Silaing Bawah, Kelurahan Pasar Usang, dan Kelurahan Kampung Manggis.

Dinas terkait telah mengimbau warga yang melintasi jalur Padang Panjang ke Pariaman untuk selalu waspada karena kondisi akses masih berpotensi bahaya.

Baca Juga: Polri Buka Posko Terpusat di Pondok Cabe, Fasilitasi Pengiriman Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Sumatera via Udara

Hingga saat ini, upaya penanganan darurat terus berjalan, termasuk perbaikan akses jalan menggunakan alat berat, pembersihan material longsor, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

BNPB juga melakukan pendampingan untuk mendata estimasi biaya perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.

Untuk penampungan, pemerintah daerah telah memfasilitasi pengungsi di hunian sementara berupa rusunawa dan rumah sewa, sementara BNPB menyalurkan bantuan pangan dan non-pangan.

(ra)