Faktakalbar.id, ACEH BESAR – Teka-teki mengenai penguatan armada udara Indonesia akhirnya terkuak.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membocorkan bahwa pemerintah akan segera mendatangkan helikopter angkut berat legendaris buatan Rusia, Mi-26.
Baca Juga: Istimewa! Masuk Langit Pakistan, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal 6 Jet Tempur JF-17 Thunder
Hal ini diungkapkan Presiden saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (07/12/25) malam.
“Sebentar lagi kita datangkan Mi-26, lebih besar lagi,” ungkap Prabowo di hadapan jajarannya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mendukung operasi militer selain perang.
Mi-26, yang dijuluki “Halo” oleh NATO, dikenal sebagai helikopter angkut terbesar di dunia.
Kemampuannya tidak main-main, sanggup mengangkut kargo hingga 20 ton atau setara dengan 90 personel pasukan lengkap dalam sekali terbang.
Kemampuan angkut masif ini dinilai sangat krusial untuk operasi tanggap darurat bencana di negara kepulauan.
Rencana ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah.
Sebelumnya, dalam pidato HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jumat (05/12), Prabowo menegaskan komitmennya untuk membanjiri langit Indonesia dengan armada udara baru mulai awal tahun depan.
“Saya sudah perintahkan mulai Januari tahun depan dan seterusnya, kita akan datangkan 200 helikopter di Republik Indonesia ini,” tegas Presiden.
Prabowo mengklaim kesiapan negara dalam menghadapi bencana saat ini sudah jauh lebih baik.
Ia mencontohkan pengerahan 50 unit helikopter dari tiga matra TNI yang kini berjibaku mengirimkan logistik ke wilayah terisolir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Alat-alat negara segera hadir. Mungkin beberapa bulan, beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang bisa memperkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter,” ujarnya bangga.
Selain helikopter, Prabowo juga menyinggung kedatangan alutsista angkut strategis lainnya yang telah mendarat, seperti lima unit C-130J Super Hercules dan Airbus A400M, yang kini menjadi tulang punggung operasi kemanusiaan di Sumatera.
(ra)
















