“Karenanya saya tadi juga meminta kepada Ketua Umum Kadin untuk memberikan masukan-masukan terkait kebutuhan dari Kadin, untuk memberikan meaningful participation, kebutuhan dari semua pengusaha, dan kepentingan daerah yang ada di seluruh Indonesia, sebelum kemudian draf atau pembahasan dari RUU itu nantinya dibahas,” ujar Puan.
Kadin Dukung Target Ekonomi 8 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Anindya Bakrie menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan DPR RI. Ia menegaskan komitmen Kadin untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan dibukanya pintu seperti ini, komunikasi akan berjalan lancar sehingga kami bisa terbuka memberikan juga masukan sebagai bukan saja dunia usaha, tapi bagian dari pada masyarakat,” ujar Anindya.
“Jadi kita bersama-sama mendukung program pemerintah untuk bisa mencapai ke tahap 8%,” lanjutnya.
Anindya menilai, Revisi UU Kadin harus memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap perekonomian nasional serta memperluas pemberdayaan hingga ke tingkat daerah.
Baca Juga: Setelah Dinamika Panjang, Anindya Bakrie Resmi Jabat Ketua Umum Kadin Indonesia 2024-2029
Ia menyoroti dominasi UMKM dalam struktur ekonomi Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
“Kadin ini juga ingin sekali pemberdayaannya itu sampai kepada masyarakat dan daerah. Karena kita ketahui 90% daripada pengusaha Indonesia itu adalah UMKM. Jadi bagaimana Kadin itu bisa lebih membumi dan juga lebih memasyarakatkan ekonominya,” imbuhnya.
(*Red)
















