“Saat ini sedang kami siapkan siaran persnya. Mohon ditunggu ya, Pak,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Saat ditanya mengenai kemungkinan konferensi pers atau wawancara langsung, Murtini menegaskan: “Belum bisa.”
Hingga berita ini diterbitkan, Bea Cukai Kalbar belum merilis pernyataan resmi terkait nilai kerugian negara, identitas pemilik barang, maupun jalur distribusi rokok ilegal tersebut.
Distribusi Diduga Terorganisir
Sumber di lingkungan kepelabuhanan menyebutkan bahwa kontainer berasal dari layanan pelayaran CNC / CMA CGM dan tercatat tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak pada 6 November.
Dokumen pemuatan diduga disamarkan menggunakan deskripsi barang umum untuk menghindari deteksi sistem.
Aparat hingga kini masih melakukan pendalaman dan memetakan jaringan yang terlibat, termasuk dugaan adanya pemasok untuk kawasan industri tambang yang mempekerjakan tenaga kerja asing asal Tiongkok di Kalimantan dan wilayah lain.
Fakta Kalbar akan terus memberikan pembaruan begitu keterangan resmi dari BAIS TNI, TNI AL, maupun Bea Cukai dirilis.
(dhn)
















