Moralitas Aktor dalam Film Bertemakan Sosial

Salah satu cuplikan perdana "Laut Bercerita", yang terpilih sebagai salah satu Variety's Hot Picks untuk Film Indonesia 2026 . (Dok. Ist)
Salah satu cuplikan perdana "Laut Bercerita", yang terpilih sebagai salah satu Variety's Hot Picks untuk Film Indonesia 2026 . (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Adaptasi layar lebar Laut Bercerita akhirnya diumumkan. Novel karya Leila S. Chudori yang selama bertahun-tahun diperlakukan setara catatan sejarah ini akan hadir di bioskop pada 2026, diproduksi oleh PAL 8 Pictures dengan sutradara Yosep Anggi Noen.

Kali ini, Yosep berkolaborasi dengan Leila untuk menulis skenario. Sebelumnya, Laut Bercerita pernah dialihwahanakan ke medium audio-visual pada 2017 oleh sutradara Pritagita Arianegara.

Pengumuman resminya disampaikan pada 1 Desember 2025 di JAFF Market Yogyakarta, menandai lahirnya film panjang pertama dari rumah produksi yang baru berdiri tahun ini.

Kabar ini langsung memicu antusiasme pembaca dan pecinta film. Tak heran, Laut Bercerita bukan hanya roman sejarah, namun juga pengingat bersama akan masa kelam Orde Baru. FIlm ini bertemakan penghilangan paksa aktivis mahasiswa, perjuangan melawan rezim otoriter, kehilangan keluarga, hingga pentingnya merawat ingatan sejarah.

Baca Juga: Akhirnya Diangkat ke Layar Lebar! Film ‘Laut Bercerita’ Gaet Reza Rahadian hingga Dian Sastro, Siap Menguras Air Mata Tahun Depan

Nama-nama pemeran yang diumumkan diantaranya adalah Reza Rahadian sebagai Biru Laut dan Dian Sastrowardoyo sebagai Kasih Kinanti. Sejumlah warganet berbicara tentang bagaimana aktor yang berperan dalam film bertemakan sosial sering “diminta” selaras dengan nilai yang diangkat film, entah itu dalam pilihan peran, pernyataan publik, atau kehidupan pribadi.

Percakapan di media sosial X membahas riwayat keluarga publik figur, seperti latar belakang keluarga Dian Sastro Wardoyo. Aktor perempuan ini dikenal sebagai cucu dari tokoh pergerakan nasional sekaligus menantu dari keluarga yang mempunyai catatan jelek.

Mertuanya, Adiguna Sutowo adalah pebisnis asal Indonesia. Pada 2005, Adiguna divonis bersalah karena membunuh seorang pelayan di Hotel Hilton, yang dimiliki oleh keluarga Sutowo. Sementara ayah mertuanya, Ibnu Sutowo yang seorang mantan tokoh militer melakukan korupsi pada Era Orde Baru ketika menjadi Direktur Pertamina sejumlah 15 Miliar Dollar, kemudian diam-diam dipensiunkan oleh Soeharto.

Moral aktor dalam film bertemakan sosial sangat penting karena akting mereka menjadi alat yang kuat untuk menyampaikan, mengeksplorasi dan mendiskusikan nilai-nilai moral yang penting bagi keharmonisan sosial.

Aktor dianggap sebagai media penyampai nilai. Lewat karakter yang mereka mainkan, penonton belajar tentang keadilan, empati, hingga dilema moral. Film Laut Bercerita membuat proses ini semakin intens.

Sebagian publik berpendapat bahwa aktor tidak wajib mencerminkan karakter yang mereka mainkan, dan seni seharusnya diberi ruang bebas dari tuntutan moral personal. Namun ada juga yang berpendapat bahwa aktor perlu konsisten dengan isu sensitif yang mereka perankan, baik dalam advokasi, pilihan peran, maupun kehidupan publik.

Baca Juga: Mengapa “Laut Bercerita” Karya Leila S. Chudori Wajib Kamu Baca