Faktakalbar.id, MEMPAWAH – Fenomena banjir rob (pasang air laut) kembali menerjang kawasan pesisir Kabupaten Mempawah dengan intensitas yang lebih parah pada Senin (8/12/2025) pagi.
Tidak hanya merendam ribuan rumah warga, banjir kali ini juga melumpuhkan akses jalan nasional hingga menyebabkan kemacetan panjang
Kombinasi pasang maksimum yang terjadi sejak dini hari dan guyuran hujan intensitas sedang membuat debit air naik signifikan.
Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 60 sentimeter, atau setinggi lutut orang dewasa
Baca Juga: Pasang Laut Tinggi, Banjir Rob Selakau Sambas Lebih Parah dari Sebelumnya
Jalur Pantura Macet, Motor Mogok Massal
Dampak paling terasa terjadi di sektor lalu lintas.
Di sepanjang Jalan Peniti, genangan air menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer
Banyak pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir akhirnya harus menepi karena mesin kendaraan mereka mati mendadak.
Warga dan relawan setempat terlihat sibuk membantu mendorong motor yang terjebak
Iwan (46), salah seorang pengendara, mengaku pasrah saat motornya mogok di kawasan Segedong.
“Motor saya mogok di daerah Segedong karena banjir cukup dalam. Akhirnya saya naikkan motor ke bus arah Pontianak,” ungkapnya
Ribuan Rumah dan Pasar Tergenang
Selain jalan raya, banjir rob juga merendam ribuan rumah, komplek pertokoan, dan pasar rakyat di sejumlah kecamatan pesisir.
Air laut mulai naik ke permukiman sejak pukul 05.00 WIB dan baru berangsur surut sekitar pukul 09.30 WIB
Sandi, warga setempat, menyebut banjir rob awal Desember 2025 ini sebagai yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
















