Jika kebocoran belum sempat diperbaiki, pastikan tidak ada aliran listrik yang aktif di area basah tersebut dan tampung tetesan air agar tidak menyebar ke instalasi kabel.
4. Cabut Aliran Listrik Saat Air Mulai Masuk
Jangan menunggu air setinggi lutut baru bertindak.
Saat air mulai masuk ke teras atau rembesan mulai menggenangi lantai rumah, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memutus aliran listrik.
Tips: Turunkan MCB (Miniature Circuit Breaker) dari meteran utama.
Jangan hanya mematikan sakelar lampu, karena arus listrik masih mengalir di dalam kabel. Lebih baik gelap gulita sementara waktu daripada mengambil risiko tersengat listrik di dalam air.
5. Gunakan Peralatan Listrik Berstandar SNI
Peralatan listrik abal-abal biasanya memiliki isolator (pelindung) yang tipis dan mudah meleleh saat panas atau lembap.
Tips: Pastikan kabel rol, steker, dan sakelar yang Anda gunakan memiliki logo SNI (Standar Nasional Indonesia).
Produk berstandar memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan suhu dan kelembapan, sehingga meminimalisir risiko korsleting.
Keamanan keluarga adalah prioritas utama.
Musim hujan memang tidak bisa dihindari, namun bahaya korsleting bisa dicegah dengan kewaspadaan.
Pastikan tangan Anda selalu kering saat menyentuh peralatan listrik dan jangan ragu menghubungi PLN jika melihat potensi bahaya pada tiang listrik di sekitar rumah Anda.
Baca Juga: Langkah Penting yang Harus Dilakukan Sebelum dan Saat Banjir
(*Mira)
















