Diduga Keroyok Warga, Perwira Polisi dan Anggota Brimob Dilaporkan ke Polres Ternate

Dugaan pengeroyokan oleh oknum perwira polisi dan anaknya. (Dok. Ist)
GIC menilai reformasi Polri adalah kepentingan nasional menuju Indonesia Emas. Transformasi budaya dan kolaborasi sipil jadi kunci utama penegakan hukum. (Dok. Ist)

Baca Juga: Terlibat Pesta Inex, Dua Oknum Polisi di Dompu Resmi Ditahan dan Jadi Tersangka

Saat Sofyan berusaha melerai dan mengajak duduk, serangan fisik tak terhindarkan. Eko, salah satu anak terlapor, diduga memukul pipi dan menendang perut Sofyan hingga tersandar ke tembok.

“Di situ saya coba untuk memblokir pukulan itu dengan kedua tangan. Di situ saya lihat Brimob dan Papa si perwira Polisi juga maju keroyok. Saya sudah tidak tahu pasti siapa-siapa yang pukul karena diposisi membungkuk melindungi diri,” ungkapnya.

Harapan Korban dan Respons Kepolisian

Akibat kejadian tersebut, Sofyan mengalami luka-luka dan telah melakukan visum di RS Bhayangkara.

Ia menyayangkan sikap arogansi yang ditunjukkan oleh oknum perwira polisi dan anak-anaknya yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat.

Baca Juga: Mabuk Sambil Tenteng Senjata Laras Panjang, Oknum Polisi di Sikka Aniaya Warga Sipil

Sofyan meminta Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, dan Kapolres Ternate untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus oknum polisi keroyok warga ini.

“Saya harap ketiga pelaku bisa diberikan sanksi tegas dan menjadi contoh agar tidak bersikap premanisme dan arogansi terhadap warga sipil. Cukup saya saja yang alami jangan warga lainnya,” pungkas Sofyan.

Menanggapi laporan ini, Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Bakri Syahruddin, membenarkan adanya aduan tersebut dan memastikan proses hukum sedang berjalan.

“Benar untuk laporan sudah diterima dan kasusnya masih dalam penyelidikan dengan memanggil pelapor maupun terlapor,” tegasnya.

(*Red)