“Sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, pelaku usaha hingga penyedia logistik merupakan prasyarat utama agar setiap kebijakan berjalan terukur,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kalbar, Syarif Kamaruzaman, memastikan bahwa rakor ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional untuk menyamakan persepsi strategi pengendalian harga di seluruh wilayah Kalbar.
Masyarakat Kalbar diimbau untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, tanpa perlu melakukan aksi borong (panic buying) yang justru dapat memicu kelangkaan semu di pasaran.
(ra)
















