Seram atau Tragis? 3 Hantu Perempuan Indonesia Ini Ternyata Simbol Luka Budaya Patriarki

"Kenapa hantu paling seram di Indonesia mayoritas perempuan? Simak analisis Kuntilanak hingga Sundel Bolong sebagai wujud luka budaya patriarki yang tragis."
Kenapa hantu paling seram di Indonesia mayoritas perempuan? Simak analisis Kuntilanak hingga Sundel Bolong sebagai wujud luka budaya patriarki yang tragis. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda menyadari bahwa hantu-hantu paling populer dan paling ditakuti di Indonesia mayoritas bergender perempuan?

Sebut saja Kuntilanak, Sundel Bolong, hingga Wewe Gombel. Jarang sekali kita mendengar kisah hantu laki-laki (seperti Genderuwo atau Pocong) yang memiliki latar belakang cerita setragis hantu-hantu perempuan ini.

Dalam kajian budaya, fenomena ini bukanlah kebetulan. Sosok hantu perempuan sering kali merupakan manifestasi dari ketakutan sosial, penindasan, dan trauma yang dialami perempuan dalam budaya patriarki.

Hantu-hantu ini bukanlah sekadar monster, melainkan “korban” yang tidak mendapatkan keadilan semasa hidupnya.

Baca Juga: Film ‘Home Sweet Loan’: Potret Pahit Generasi Sandwich dan Jebakan Patriarki untuk Anak Perempuan

Berikut adalah 3 hantu ikonik Indonesia yang kisahnya mencerminkan kuatnya budaya patriarki:

1. Kuntilanak: Teror Kegagalan Menjadi Ibu

Kuntilanak digambarkan sebagai perempuan yang meninggal saat melahirkan atau hamil.

Dalam budaya tradisional yang patriarkis, nilai utama seorang perempuan sering kali diukur dari kemampuannya melahirkan keturunan.

Meninggal saat melahirkan dianggap sebagai “kematian yang tidak sempurna” atau kegagalan memenuhi kodrat.

Kuntilanak menjadi simbol ketakutan masyarakat terhadap fungsi reproduksi perempuan.

Alih-alih mendapatkan empati sebagai ibu yang berjuang nyawa, ia justru dicitrakan sebagai monster menakutkan yang menculik bayi—sebuah antitesis dari sosok ibu penyayang yang didambakan masyarakat.

2. Sundel Bolong: Korban Kekerasan yang Di-monster-kan

Legenda Sundel Bolong biasanya berpusat pada seorang perempuan cantik yang diperkosa hingga hamil, lalu dibunuh (atau bunuh diri).

Lubang di punggungnya sering dimaknai sebagai simbol luka fisik dan aib yang dibawa sampai mati.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id