Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, menyantap nasi yang masih mengepul panas adalah kenikmatan yang hakiki.
Nasi hangat dianggap lebih pulen, wangi, dan menggugah selera.
Sebaliknya, nasi dingin sering kali dianggap “nasi sisa” yang kurang menarik jika tidak dipanaskan kembali.
Namun, tahukah Anda bahwa dari kacamata medis, nasi dingin justru memiliki profil nutrisi yang lebih unggul dibandingkan nasi panas?
Baca Juga: Awas ‘Food Coma’! Ini 4 Alasan Mengapa Sarapan Nasi Bisa Bikin Produktivitas Anjlok
Perubahan suhu pada nasi ternyata mengubah struktur kimianya menjadi sesuatu yang disebut “Pati Resisten” (Resistant Starch).
Jika Anda sedang menjaga kesehatan atau ingin menurunkan berat badan, berikut adalah 4 alasan mengapa Anda harus mulai membiasakan diri makan nasi dingin.
1. Mengontrol Kadar Gula Darah (Indeks Glikemik Rendah)
Manfaat utama dari nasi dingin adalah kemampuannya menjadi sahabat bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki risiko gula darah tinggi.
Saat nasi panas didinginkan (misalnya dimasukkan ke kulkas selama beberapa jam), struktur patinya berubah menjadi pati resisten.
Pati resisten ini sulit dicerna oleh enzim dalam usus halus, sehingga glukosa tidak langsung dilepaskan ke dalam darah secara cepat.
Akibatnya, nasi dingin memiliki Indeks Glikemik (IG) yang lebih rendah dibandingkan nasi panas.
Ini membantu mencegah lonjakan gula darah (sugar spike) yang sering terjadi setelah makan karbohidrat.
2. Membantu Menurunkan Berat Badan
Bagi pejuang diet yang tidak bisa lepas dari nasi, beralih ke nasi dingin adalah strategi cerdas.
Karena kandungan pati resistennya yang tinggi, tubuh menyerap kalori lebih sedikit dari nasi dingin dibandingkan nasi panas dengan porsi yang sama.
Selain itu, pati resisten memberikan efek kenyang yang lebih lama.
Ini akan menekan nafsu makan berlebih dan keinginan untuk ngemil setelah makan berat. Secara sederhana, Anda tetap makan nasi, tetapi dengan “biaya” kalori yang lebih rendah.
3. Berfungsi Sebagai Prebiotik untuk Usus
Kesehatan tubuh bermula dari usus yang sehat.
Nasi dingin bekerja layaknya serat yang tidak larut. Karena tidak dicerna di usus halus, pati resisten pada nasi dingin akan terus berjalan hingga ke usus besar.
Di usus besar, pati ini akan difermentasi dan menjadi makanan bagi bakteri baik (prebiotik).
Proses ini menghasilkan asam lemak rantai pendek (Short-Chain Fatty Acids) yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dinding usus, mengurangi peradangan, dan melancarkan pencernaan.
4. Mengurangi Risiko Kolesterol
Selain gula darah, nasi dingin juga berpotensi membantu profil lemak darah.
Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi pati resisten secara teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah.
Mekanisme ini terjadi karena pati resisten dapat meningkatkan pembuangan asam empedu, yang pada gilirannya memaksa tubuh menggunakan kolesterol yang ada untuk memproduksi lebih banyak cairan empedu.
Ini adalah cara alami tubuh untuk menyeimbangkan kadar lemak.
Meskipun rasanya mungkin tidak se-nikmat nasi panas yang pulen, manfaat kesehatan yang ditawarkan nasi dingin sangat sayang untuk dilewatkan.
Untuk hasil terbaik, Anda bisa memasak nasi, mendinginkannya di kulkas semalaman, dan mengonsumsinya keesokan harinya.
Jika terlalu dingin, Anda boleh menghangatkannya sebentar saja tanpa merusak kandungan pati resistennya secara signifikan.
Baca Juga: Anti Eneg! Ini 5 Menu Sarapan Sehat yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Semangat Seharian
(*Mira)
















