Akui ‘Dosa’ Deforestasi, Bahlil Sebut Tambang Tanpa Reklamasi Biang Kerok Banjir dan Longsor

"Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akui aktivitas tambang masa lalunya identik dengan tebang pohon. Ia menyebut pengelolaan tambang buruk jadi pemicu utama banjir dan longsor."
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akui aktivitas tambang masa lalunya identik dengan tebang pohon. Ia menyebut pengelolaan tambang buruk jadi pemicu utama banjir dan longsor. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Sebuah pengakuan terbuka terlontar dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait dampak destruktif industri ekstraktif terhadap hutan.

Mantan pengusaha ini mengakui bahwa masa lalunya di sektor pertambangan tak bisa dilepaskan dari aktivitas penebangan pohon yang merubah bentang alam.

Dalam acara Talkshow Aksi Nyata untuk Bumi Lestari, Bahlil menyatakan rasa bersalahnya.

Ia membenarkan bahwa pembukaan lahan tambang secara inheren pasti mengorbankan tegakan pohon.

Baca Juga: Alarm Bahaya Deforestasi di Balik Duka 34 Warga Sumut yang Gugur, 52 Dinyatakan Hilang Dihantam Bencana

“Saya menceritakan sedikit, saya juga merasa bersalah. Karena waktu saya jadi pengusaha dulu, saya kebetulan usaha saya dulunya main-main sama tambang, yang semua urusannya pasti tebang pohon,” ujar Bahlil di Jakarta Barat, Jumat (28/11/2025).

Korelasi Langsung dengan Bencana Alam

Bahlil tidak menampik bahwa kerusakan hutan akibat aktivitas industri yang tidak tertata memiliki konsekuensi fatal.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id