Bukan Sekadar Lomba, Edi Kamtono Ingin Adiwiyata Jadi Budaya Sekolah di Pontianak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata dan uang pembinaan kepada Kepala SDN 39 Pontianak Utara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata dan uang pembinaan kepada Kepala SDN 39 Pontianak Utara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kembali memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang berkomitmen menjaga kelestarian alam.

Sebanyak sembilan sekolah resmi dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adiwiyata Tingkat Kota Pontianak tahun 2025 atas keberhasilannya menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup, Kamis (27/11/25).

Baca Juga: APBD 2026 Ketok Palu Rp2 Triliun, Pemkot Pontianak ‘Putar Otak’ Siasati Pemangkasan Dana Pusat

Kesembilan sekolah yang menerima penghargaan tersebut adalah SMP Suster, SDN 23 Pontianak Barat, MIS Al Ikhwah, SD IT Darul Ihsan, SDN 16 Pontianak Kota, SDN 39 Pontianak Utara, SDN 13 Pontianak Utara, SDN 19 Pontianak Tenggara, dan SDN 54 Pontianak Barat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa predikat Adiwiyata jangan hanya dilihat sebagai sebuah kompetisi untuk mendapatkan piagam.

Lebih dari itu, program ini adalah instrumen vital untuk menanamkan karakter cinta lingkungan kepada generasi muda sejak dini.

“Adiwiyata ini bukan hanya soal lomba, tetapi bagaimana sekolah mampu membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan. Kita ingin anak-anak terbiasa menjaga kebersihan, mengelola sampah, serta peduli terhadap ruang terbuka hijau,” ujar Edi usai menyerahkan penghargaan di halaman SMP Suster.

Edi menaruh harapan besar agar prinsip-prinsip Adiwiyata tidak berhenti di gerbang sekolah, namun terbawa dalam kehidupan sehari-hari para siswa.

Menurutnya, anak-anak inilah yang kelak akan menjadi agen perubahan bagi wajah kota di masa depan.

“Semakin banyak sekolah yang ikut, semakin besar dampaknya bagi lingkungan kita. Anak-anak ini nanti menjadi generasi yang sadar lingkungan dan mampu membawa perubahan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menjelaskan bahwa penghargaan ini adalah bukti proses panjang yang telah dilalui sekolah.

Baca Juga: Bukan Hadiah, Inspektorat Warning Kelola Dana Hibah dan Bansos: Awas Celah Korupsi!

Mulai dari perencanaan, pembiasaan, hingga integrasi materi lingkungan ke dalam kurikulum pembelajaran.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id