Sisi Gelap yang Memikat: 4 Hal Menarik dari Buku ‘Malam Terakhir’ Karya Leila S. Chudori

"Sebelum meledak dengan Laut Bercerita, Leila S. Chudori melahirkan 'Malam Terakhir'. Simak 4 fakta menarik tentang kumpulan cerpen surealis yang penuh kritik sosial ini."
Sebelum meledak dengan Laut Bercerita, Leila S. Chudori melahirkan 'Malam Terakhir'. Simak 4 fakta menarik tentang kumpulan cerpen surealis yang penuh kritik sosial ini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id – Nama Leila S. Chudori kini begitu lekat di ingatan pembaca muda berkat novel fenomenalnya, Laut Bercerita dan Pulang.

Namun, jauh sebelum novel-novel sejarah itu menjadi best-seller, Leila telah menancapkan taringnya di dunia sastra Indonesia lewat sebuah antologi (kumpulan cerpen) bertajuk Malam Terakhir.

Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1989 dan diterbitkan ulang oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

Bagi Anda yang baru mengenal Leila lewat karya terbarunya, membaca Malam Terakhir akan memberikan pengalaman yang sama sekali berbeda sedikit gelap, liar, dan penuh imajinasi.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Hobi, Ini 6 Alasan Kenapa Membeli Buku Itu Sangat Menyenangkan

Mengapa buku lawas ini tetap relevan dan wajib masuk dalam daftar bacaan (TBR) Anda? Berikut adalah 4 hal menarik dari Malam Terakhir karya Leila S. Chudori:

1. Imajinasi Surealis yang Liar

Jika Anda terbiasa dengan gaya penulisan Leila yang realis-historis di Laut Bercerita, bersiaplah terkejut.

Malam Terakhir didominasi oleh gaya bercerita surealis dan terkadang absurd.