“Selain itu, jembatan, seperti yang disampaikan Bupati Padang Pariaman, dan juga beberapa sekolah yang rusak akibat banjir dan longsor, masjid dan musala di 13 kabupaten-kota,” tambahnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menetapkan status darurat, mengaktifkan pos komando, serta mengevakuasi warga ke tempat aman sebagai bagian dari penanganan darurat cuaca ekstrem tersebut.
Baca Juga: Dampak Siklon KOTO, BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Basah Kepung Aceh hingga Sumatera Utara
Melihat intensitas hujan yang masih tinggi, BNPB mempertimbangkan langkah strategis berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dinilai perlu jika kondisi atmosfer terus memburuk dan membahayakan keselamatan warga.
“Hampir seluruhnya sekarang ini hujan ekstrem yang mengakibatkan banjir dan longsor. Jadi kami memiliki operasi modifikasi cuaca. Jika memang cuaca sangat ekstrem maka operasi modifikasi cuaca ini akan dilakukan untuk memindahkan turunnya hujan ke tempat lain,” pungkas Rustian.
Ia juga berharap agar kepala daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait terus bersiaga penuh dalam menanggulangi dampak bencana jika hujan terus mengguyur wilayah tersebut.
(*Red)
















