Kepala BNPB Desak Pemkab Lumajang Percepat Relokasi Warga Terdampak Erupsi Semeru di Dusun Sumbersari

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (tengah) didampingi Bupati Lumajang Indah Amperawati saat meninjau kondisi pemukiman yang rusak akibat erupsi Gunung Semeru di Dusun Sumbersari, Selasa (25/11/2025).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (tengah) didampingi Bupati Lumajang Indah Amperawati saat meninjau kondisi pemukiman yang rusak akibat erupsi Gunung Semeru di Dusun Sumbersari, Selasa (25/11/2025). (Dok. Ist)

“Coba dihitung lagi kalau memang nanti ternyata tidak bisa masuk ke relokasi yang lama ada tempat yang baru, ya boleh dan betul-betul dipastikan aman ya dan Bu Bupati yang menyediakan lahannya untuk 221 warga yang terdampak di Dusun Sumbersari,” tegasnya.

Terkait masa tanggap darurat, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang selama tujuh hari ke depan. Fokus utama tetap pada pemenuhan logistik dan kebutuhan dasar pengungsi.

“Tanggap darurat masih berjalan dan masyarakat tidak ada yang mengungsi permanen jumlahnya fluktuatif, kalau malam banyak dan siang mereka ke rumah masing-masing untuk bersih-bersih,” lanjut Suharyanto.

Dalam kunjungan tersebut, aspek mitigasi teknologi juga menjadi sorotan. Suharyanto menginstruksikan perbaikan dan pembaruan perangkat Early Warning System (EWS) serta CCTV yang rusak akibat erupsi.

“EWS juga dan CCTV kalau gunungnya sudah reda, dan bisa naik dipasang lagi itu mungkin kalau yang lama itu sudah tidak update tingkat keamanannya kurang bagus itu dibuatkan lagi yang lebih aman agar kalau ada guguran awan panas itu aman,” jelasnya.

Untuk jangka panjang, BNPB mengusulkan skema Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascatanggap darurat. Salah satu gagasan strategisnya adalah pembangunan pos pengungsian terpusat yang multifungsi.

“Tapi pengungsian terpusat ini coba didesain yang baik jangan hanya seperti hanggar atau gudang, tapi lebih ke gedung serbaguna yang bisa digunakan apabila tidak ada bencana difungsikan dengan kegiatan lain seperti sekolah atau tempat pertemuan,” harap Suharyanto.

Menutup rangkaian kunjungan kerjanya, Kepala BNPB menyempatkan diri berdialog dengan 159 warga di pos pengungsian SMPN 02 Pronojiwo.

Ia memberikan dukungan moril sekaligus memohon kooperatif masyarakat dalam menentukan lokasi relokasi demi keselamatan bersama di masa depan.

Baca Juga: Status Awas Semeru: Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian

(*Red)