Faktakalbar.id, LUMAJANG – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam penanganan pascaerupsi Gunung Semeru.
Salah satu fokus utama saat ini adalah mendorong percepatan proses relokasi warga terdampak yang bermukim di zona rawan.
Baca Juga: Update Pascaerupsi Gunung Semeru: Pengungsi Mulai Pulang, 187 Pendaki Ranu Kumbolo Selamat
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mendesak pemerintah daerah agar segera menentukan lokasi hunian baru yang aman bagi masyarakat Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, yang masih memiliki tempat tinggal namun berada di area berbahaya.
Hal tersebut disampaikan Suharyanto saat meninjau langsung lokasi terdampak di Dusun Sumbersari, didampingi oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati, pada Selasa (25/11/2025).
Sebelumnya, muncul wacana pemindahan warga ke Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, yang dinilai aman. Namun, usulan tersebut menghadapi kendala karena belum sepenuhnya disetujui masyarakat.
Alasannya, lokasi tersebut dianggap terlalu jauh dari lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga.
Menyikapi hal ini, Suharyanto meminta jajaran pemerintah daerah untuk melakukan pendataan ulang secara presisi terhadap warga yang rumahnya hancur.
Baca Juga: Status Gunung Semeru Naik Jadi Awas, 300 Warga Lumajang Mengungsi
Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif melalui dialog dan musyawarah.
“Arahan saya, untuk relokasi coba data lagi Pak Kalak dan Bu Bupati kalau benar-benar hilang rumahnya sampaikan, mungkin opsi pertama kita cari tanah relokasi meskipun jauh tapi di sana terbukti aman. Ini yang harus diprioritaskan pemerintah pusat dan daerah,” ujar Suharyanto.
Selain lokasi yang disediakan pemerintah, Kepala BNPB juga membuka opsi alternatif. Masyarakat diperbolehkan mengusulkan lahan milik kerabat atau keluarga sebagai lokasi relokasi warga terdampak, asalkan aspek keamanannya terjamin.
















