“Baru beberapa hari diperbaiki, sudah rusak lagi. Aspalnya copot, tidak menempel dengan baik. Kami sangat kecewa karena jalan ini merupakan jalur utama warga,” keluh salah satu warga setempat dengan nada kesal.
Kekecewaan warga cukup beralasan. Jalur Sungai Mengkuang merupakan akses vital bagi mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat Pangkalan Buton.
Anggaran daerah yang digelontorkan untuk perbaikan ini dinilai sia-sia jika hasilnya tidak bertahan lama.
Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta pihak pengawas terkait untuk segera turun tangan melakukan audit teknis.
Mereka menuntut pertanggungjawaban pelaksana proyek untuk segera melakukan perbaikan ulang dengan kualitas yang sesuai standar, bukan sekadar tambal sulam yang rapuh.
(Ra)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















