“Musorkot akan berjalan sesuai agenda. Kami pastikan prosesnya tertib, profesional, dan melibatkan seluruh Cabor secara proporsional. Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga marwah organisasi,” tegas H. Nanang.
Sistem Satgas dan Capaian Prestasi
Keberhasilan pembinaan atlet di Pontianak tidak lepas dari sistem manajerial yang diterapkan. Sejak dilantik pada awal 2021, H. Nanang membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang dibagi menjadi 6 tim (A-F) untuk mendampingi 42 Cabor anggota.
Baca Juga: Wali Kota Edi Kamtono Beri Restu Dedet Gunawan Maju Calon Ketua Umum KONI Kota Pontianak
Satgas ini bekerja intensif mulai dari verifikasi sekretariat cabor, pendampingan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), hingga pengawalan pencairan dana hibah pembinaan.
Hasil dari manajemen yang terstruktur ini terbukti lewat deretan prestasi gemilang:
-
Juara Umum Porprov XIII 2022: Kota Pontianak mendominasi dengan 182 Medali Emas, jauh mengungguli pesaing terdekatnya.
-
PON XXI 2024 Sumut-Aceh: Mengirimkan 55 atlet dan berhasil menyumbang 2 Emas, 2 Perak, dan 12 Perunggu.
-
PON Beladiri 2025 Kudus: Mengirim 19 atlet dan berhasil mempersembahkan 2 Emas, 1 Perak, dan 6 Perunggu.
Menutup keterangannya, H. Nanang menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Pontianak dan seluruh elemen olahraga yang telah bersinergi.
“Kami siap berkolaborasi demi memajukan olahraga Kota Pontianak. KONI Kota terus berkolaborasi dengan semua stakeholder, dalam mewujudkan Prestasi olahraga, membudayakan olahraga dalam setiap aktivitas keseharian masyarakat Kota, sehingga terwujud Pontianak Sport City,” pungkasnya.
Konsistensi dalam manajemen dan dukungan anggaran yang tepat sasaran menjadi kunci utama KONI Kota Pontianak dalam menjalankan program pembinaan atlet.
(*Red)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















