Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data terbaru terkait situasi kebencanaan di tanah air.
Berdasarkan laporan periode Senin hingga Selasa (24-25 November 2025) pukul 07.00 WIB, tercatat sejumlah peristiwa bencana terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia.
Baca Juga: BNPB Rilis Update Penanganan Bencana: Banjir dan Longsor Masih Mengancam Sejumlah Wilayah
Laporan update penanganan bencana ini menyoroti kejadian banjir dan cuaca ekstrem yang melanda beberapa provinsi, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Aceh, hingga Sulawesi Selatan.
Banjir di Kebumen dan Pasuruan
Kejadian pertama dilaporkan dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Hujan deras berdurasi panjang disertai angin kencang menyebabkan banjir di tiga kecamatan, yakni Karangsambung, Alian, dan Kebumen.
Data sementara mencatat sebanyak 4.695 jiwa terdampak. Kerugian material meliputi genangan di area seluas 474,71 hektare serta satu unit pondok pesantren yang dihuni 2.200 jiwa turut terdampak.
Pemerintah setempat telah menetapkan status siaga darurat. Beruntung, kondisi terkini sebagian besar genangan dilaporkan telah surut.
Bergeser ke Jawa Timur, banjir melanda Kota Pasuruan akibat jebolnya tanggul Sungai Welang yang mengalami pendangkalan.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Karangketug, Randusari, dan Krapyakrejo dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 200 cm. Sebanyak 540 Kepala Keluarga (KK) terdampak dalam insiden ini.
Baca Juga: BNPB: Bencana Hidrometeorologi Landa 4 Kabupaten/Kota, Puluhan Rumah Terdampak
Kondisi di Ciamis dan Aceh Utara
Di Jawa Barat, luapan Sungai Sipon di Kabupaten Ciamis menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Lakbok dan Baregbeg, berdampak pada 66 KK.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana hingga April 2026 sebagai langkah antisipatif.
Sementara itu, kondisi cukup parah terjadi di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Hujan lebat pada 19-20 November 2025 menyebabkan banjir di tujuh kecamatan. Tercatat sebanyak 2.476 KK atau 3.260 jiwa terdampak.
Kerugian material di Aceh Utara meliputi 2.476 unit rumah, kerusakan jalan utama, serta rendaman pada 200 hektare sawah dan 15 tambak.
Pemerintah setempat telah menetapkan status siaga darurat hingga 15 Januari 2026. Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat dan bahan makanan pokok.
















