Akses jalan di depan RSUD Padang Pariaman dilaporkan mengalami kerusakan akibat gerusan air, yang berpotensi menghambat akses pelayanan kesehatan darurat.
Kerusakan lain mencakup dua unit jembatan, satu bendungan, dan dua saluran irigasi yang jebol.
Sektor pertanian juga terpukul dengan 108,5 hektare lahan pertanian warga yang terendam banjir, mengancam potensi gagal panen.
Tak hanya banjir, kondisi tanah yang labil memicu longsor di dua titik, yakni di Korong Asam Pulau (Nagari Anduriang) dan Nagari Sikucua Barat.
Material longsoran tebing menimbun badan jalan sehingga membutuhkan alat berat untuk pembukaan akses kembali.
Waspada Banjir Susulan
Pemerintah daerah bersama BPBD saat ini fokus pada penanganan darurat, termasuk pengerahan alat berat dan pendirian dapur umum untuk menyuplai kebutuhan pangan warga.
BNPB memperingatkan bahwa hingga Minggu malam (23/11//2025), hujan masih mengguyur sebagian wilayah terdampak.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi banjir susulan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari tepi sungai dan segera melapor jika melihat peningkatan debit air yang signifikan,” pungkas Abdul Muhari.
(*Mira)
















