Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Sastra Indonesia bukan sekadar deretan buku tebal berdebu di perpustakaan sekolah.
Di dalamnya, tersimpan jiwa zaman, pemberontakan, hingga kisah cinta paling romantis yang pernah dituliskan dalam Bahasa Indonesia.
Meskipun penulis baru terus bermunculan, karya dari para maestro masa lalu tetap memiliki magisnya sendiri.
Kata-kata mereka “hidup” melampaui usia penulisnya.
Baca Juga: Siapa itu TAN Malaka untuk Indonesia?
Bagi kamu yang ingin mulai menyelami kekayaan kata-kata negeri sendiri, berikut adalah 5 sastrawan Indonesia legendaris yang karyanya wajib masuk dalam daftar bacaanmu.
1. Sapardi Djoko Damono
Nama yang satu ini adalah “bapaknya” para pecinta puisi romantis.
Berbeda dengan penyair lain yang menggunakan kata-kata rumit, Sapardi justru terkenal karena kesederhanaannya.
Siapa yang tidak kenal dengan kalimat “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…”? K
arya Sapardi, seperti kumpulan puisi Hujan Bulan Juni, sangat evergreen karena relevan bagi siapa saja yang pernah jatuh cinta diam-diam.
Bahasanya lugas, tidak berbelit, namun maknanya menancap sangat dalam di hati.
Tak heran jika karya-karyanya sering dimusikalisasi dan digemari oleh generasi Milenial hingga Gen-Z.
2. Chairil Anwar
Jika bicara sastra Indonesia, haram hukumnya melewatkan nama “Si Binatang Jalang”.
Chairil Anwar adalah pelopor Angkatan ’45 yang mendobrak gaya puisi lama yang kaku.
Puisinya yang berjudul Aku dan Karawang-Bekasi bukan hanya sekadar tulisan, melainkan semangat kemerdekaan yang berapi-api.
Gaya bahasanya eksplosif, penuh vitalitas, dan individualis. Membaca karya Chairil seperti disuntik energi keberanian untuk menjadi diri sendiri dan melawan arus.
3. Pramoedya Ananta Toer
Pramoedya adalah raksasa sastra Indonesia yang namanya paling harum di kancah internasional. Ia bahkan berkali-kali dinominasikan untuk meraih Hadiah Nobel Sastra.
















