“Kalau namanya saudara harusnya hadir karena sebagai saudara harusnya hadir, tapi sampai sore dia (polisi) itu tidak datang,” terangnya.
Selain misteri hubungan keduanya, kondisi jenazah saat ditemukan juga menjadi sorotan. DLL ditemukan dalam kondisi telanjang dan telentang di lantai keramik kamar hotel tanpa alas apapun.
Pihak keluarga yang menerima foto kondisi jenazah merasa ada yang tidak wajar.
“Informasinya keluar darah dari hidung dan mulut korban. Kemudian sekilas dari foto korban yang kami terima, ada bercak darah keluar dari bagian intim korban. Nah ini yang masih membuat keluarga korban masih merasa janggal atas kematian ini,” terang Tiwi.
Sebelumnya, Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, mengonfirmasi bahwa korban sempat bermalam dengan seorang pria di lokasi kejadian.
“Inisialnya D, usia 35 tahun. Dia berdua dengan seseorang. Mereka satu kamar, sama laki-laki,” ujar Nasoir, Selasa (18/11/2025).
Saat ini, meskipun keluarga masih merasa janggal atas kematian dosen Untag tersebut, mereka masih menunggu hasil musyawarah keluarga besar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Sementara itu, pemeriksaan terhadap AKBP Basuki oleh Propam Polda Jateng terus berlanjut untuk mengungkap fakta sebenarnya.
(*Red)










