Update Pascaerupsi Gunung Semeru: Pengungsi Mulai Pulang, 187 Pendaki Ranu Kumbolo Selamat

Kepala BNPB Suharyanto, menghadiri dan melakukan penanaman bibit pohon pada puncak penanaman pohon sebagai upaya mitigasi vegetasi di Dusun Sirengkel, Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Jumat (2111). Foto HOFaktakalbar.id
Kepala BNPB Suharyanto, menghadiri dan melakukan penanaman bibit pohon pada puncak penanaman pohon sebagai upaya mitigasi vegetasi di Dusun Sirengkel, Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Jumat (2111). Foto HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, LUMAJANG – Kondisi pascaerupsi Gunung Semeru di Jawa Timur mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang positif pada Kamis (20/11/2025).

Sebagian besar warga yang sebelumnya memadati posko pengungsian kini dilaporkan mulai berangsur kembali ke rumah mereka masing-masing.

Baca Juga: Status Gunung Semeru Naik Jadi Awas, 300 Warga Lumajang Mengungsi

Kabar melegakan juga datang dari nasib para pendaki. Sebanyak 187 orang wisatawan atau pendaki yang sebelumnya dilaporkan terjebak di Jalur Ranu Kumbolo, dipastikan telah berhasil turun dengan selamat.

Evakuasi mandiri ini berhasil dilakukan seiring dengan wilayah tersebut yang dinyatakan aman dan tidak terlintasi awan panas guguran.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 19.30 WIB, tercatat total pengungsi mencapai 1.116 jiwa. Mereka tersebar di sembilan titik lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah.

Adapun sebaran lokasi pengungsian tersebut meliputi:

  • Rumah Kepala Desa Sumbermujur

  • Kantor Kecamatan Candipuro

  • Pom Mini Desa Supit Urang

  • Kecamatan Pronojiwo

  • SDN Supit Urang 04

  • SDN Sumber Urip 02

  • Balai Desa Oro-oro Ombo

  • Masjid Nurul Jadid Desa Supit Urang

  • Bumdes Desa Sumber Urip dan Masjid Oro-oro Ombo

Meskipun arus balik pengungsi ke rumah mulai terjadi, pemerintah daerah melalui BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Lumajang, serta didukung oleh BNPB, tidak melonggarkan pelayanan.

Tim gabungan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar bagi warga yang masih memilih bertahan di pos pengungsian.

Upaya ini mencakup pendirian dapur umum serta distribusi logistik seperti makanan siap saji, terpal, selimut, hingga Alat Pelindung Diri (APD).