Baca Juga: Longsor Banjarnegara: 3 Terluka, 660 Mengungsi, 45 Jiwa Masih Terisolir
Kerusakan infrastruktur desa juga meliputi jalan sepanjang ±800 meter, jaringan listrik, saluran irigasi sepanjang 670 meter, satu unit bendung, dan infrastruktur pipa air.
Sektor ekonomi warga pun lumpuh. Tercatat hilangnya 5 ekor sapi, 125 ekor kambing, 14 unit warung, serta kerusakan lahan pertanian. Di sektor sosial, satu unit masjid rusak berat dan dua mushola terancam ambruk.
Merespons kondisi pengungsi, kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi meliputi popok balita, perlengkapan mandi, pakaian, susu anak, hygiene kit, antiseptik, alas tidur, hingga alat pelindung diri (APD) bagi relawan.
Terkait hal ini, Kepala BNPB telah memberikan instruksi tegas saat kunjungan lapangan sehari sebelumnya.
“BNPB segera memenuhi kebutuhan dasar tersebut,” demikian perintah Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, saat meninjau lokasi pada Selasa (18/11).
Hingga hari ini, sebanyak 521 personel gabungan dari BNPB, BPBD, TNI-Polri, PMI, dan relawan lintas daerah (Klaten, Wonosobo, Kebumen, Jepara, Pekalongan) terus berjibaku.
Rencananya, pada Kamis (20/11), misi operasi akan dilanjutkan dengan fokus pada pencarian korban hilang, pemantauan geologi, serta optimalisasi dapur umum untuk para penyintas tanah longsor Banjarnegara.
(*Red)
















