Faktakalbar.id, LANDAK – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Landak terus dikebut.
Namun, aspek kesehatan lingkungan, khususnya pengelolaan limbah, menjadi sorotan tajam Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan dan pengawasan program MBG di Aula Kantor Bupati Landak, Senin (17/11/2025), terungkap fakta bahwa mayoritas dapur penyedia makanan belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
“Standar dapur wajib menggunakan IPAL. Saat ini baru 4 dari 21 dapur yang sudah memiliki IPAL yang layak. Ini harus menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pihak pengelola,” tegas Karolin.
Baca Juga: Petaka Soto Sayur MBG, Puluhan Siswa Maniamas Tumbang! Dapur SPPG Ngabang Resmi Disetop
Cegah Pencemaran Lingkungan
Karolin menekankan bahwa standar dapur tidak hanya soal kebersihan makanan (higiene), tetapi juga bagaimana limbah sisa produksi dikelola.
Tanpa IPAL yang baik, operasional dapur MBG berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Terkait legalitas kesehatan, Karolin merinci bahwa dari total dapur yang ada, baru 11 unit yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Landak.
“Sisanya masih menunggu hasil uji laboratorium, dan ada juga yang masih dalam tahap perbaikan infrastruktur dapur,” tambahnya.
Target 3T dan Rapid Test
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Landak, Yohanes, memastikan pihaknya terus berupaya meningkatkan standar keamanan pangan.
Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan adalah penyediaan alat rapid test di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Setiap SPPG sudah memiliki alat rapid test untuk meminimalisir potensi keracunan. Kami ingin pastikan distribusi makanan layak dan higienis,” ujar Yohanes.
BGN menargetkan pada Desember mendatang, jangkauan penerima manfaat MBG di Landak bisa mencapai 80 persen.
Hal ini akan didukung dengan pembukaan 26 titik dapur baru yang menyasar wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Baca Juga: Dapur SPPG Ngabang II Dihentikan Sementara Usai Pelajar Diduga Keracunan Menu MBG
(*Mira)
















