Baca Juga: Pimpin Rapat Perdana, Bupati Alex Langsung Bahas Langkah Strategis Pembangunan Ketapang
Ia memberikan klarifikasi dan memastikan kondisi di lapangan tidak seberat yang digambarkan.
“Saat ini jalur alternatif darurat telah disediakan oleh kontraktor, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tetap bisa melintas dengan aman,” terangnya.
Ia menjelaskan, konstruksi tiang panjang yang sedang dibangun memang disengaja karena fungsinya sebagai alur air untuk mencegah banjir.
“Bagian jalan yang terlihat berbahaya merupakan alur air yang nantinya akan difungsikan sebagai sungai. Karena itu, konstruksi tiang panjang dibangun menyerupai jembatan agar air dapat mengalir dari bawah. Jika pekerjaan selesai, persoalan genangan maupun luapan air dipastikan tidak akan terjadi lagi.”
Orang nomor satu di Ketapang itu menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini berfokus pada kenyamanan dan keamanan jangka panjang bagi masyarakat.
“Jalan yang baik bukan sekadar menghubungkan Pelang dan Kepuluk, tetapi juga membuka jalan bagi kehidupan yang lebih layak,” nilainya.
“Ketapang yang maju adalah Ketapang yang kita bangun bersama, sedikit demi sedikit, tetapi pasti,” tegasnya, merujuk pada prinsip bececat (bertahap namun pasti).
Bupati berharap masyarakat dapat melihat upaya pemerintah secara objektif dan tetap membuka ruang masukan, kritik, serta evaluasi demi kemajuan Kabupaten Ketapang.
(AF)
















