Faktakalbar.id, JAKARTA – Google secara tegas mengingatkan pengguna HP Android untuk menghindari penggunaan jaringan WiFi publik dan stasiun pengisian daya umum, seperti yang ada di restoran atau bandara.
Peringatan ini diungkapkan dalam laporan “Behind the Scenes” (Oktober 2025), yang menyoroti tingginya risiko keamanan siber bagi pengguna ponsel, Sabtu (15/11/25).
Baca Juga: Co-Founder Qaraa.id Ungkap Kunci Konsistensi Bertahan di Industri Teknologi
Laporan tersebut membahas bahwa 94% pengguna Android berisiko menjadi korban serangan pesan teks, yang menimbulkan kerugian finansial dan tekanan emosional.
Phone Arena menjelaskan bahwa risiko di WiFi publik adalah serangan man-in-the-middle, di mana peretas menggunakan jaringan palsu yang mirip dengan aslinya.
Serangan ini mengganggu komunikasi antara ponsel dan server yang dituju, seperti situs web bank, untuk mencuri data pribadi.
Baca Juga: Bupati Ketapang: Pramuka Jadi Solusi Kurangi Ketergantungan Anak pada Smartphone
Peringatan Google ini sejalan dengan imbauan dari Transportation Safety Administration (TSA). Lembaga itu juga mengingatkan bahaya stasiun pengisian daya umum.
Peretas dapat meretas port USB publik untuk mencuri informasi pribadi atau memasukkan malware ke dalam perangkat korban yang terhubung.
Untuk menghindari kejahatan tersebut, ada beberapa tips yang bisa diikuti. Saat menggunakan WiFi Publik, disarankan memakai Virtual Private Network (VPN) yang aman dan hanya menjelajahi situs dengan ikon gembok (HTTPS).
Pengguna juga diimbau memeriksa keaslian jaringan WiFi sebelum terhubung dan mematikan koneksi otomatis.
Terkait pengisian daya umum, cara paling aman adalah menggunakan stopkontak dinding standar dengan pengisi daya (charger) milik sendiri atau menggunakan power bank.
Jika terpaksa menggunakan port USB publik, gunakan pemblokir data USB (data blocker) atau pilih opsi ‘hanya isi daya saja’ (‘charge only’) jika peringatan muncul di perangkat.
(ra)










