“Orang yang kurang gizi, daya tahan tubuhnya lemah, atau diabetesnya tidak terkontrol, itu rentan TBC. Maka penanganannya harus lintas sektor,” paparnya.
Wamenkes menekankan keseriusan pemerintah dalam menangani wabah TBC yang terus menyebar.
“Kita mau serius, karena kalau 300 ribu orang sakit TBC berkeliaran, penyakit ini tidak akan pernah hilang dari Indonesia,” tegasnya.
Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia bisa menurunkan angka kasus TBC secara signifikan pada 2030. Hal itu sejalan dengan target World Health Organization (WHO) untuk eliminasi TBC secara global.
Baca Juga: Dua Raperda Baru Dibahas! TBC Diberantas, Kawasan Tanpa Rokok Diperluas
Menurut data Kementerian Kesehatan, capaian program saat ini masih di bawah target. Pencapaian inisiasi pengobatan TBC sensitif obat (SO) masih berada di angka 81% (di bawah target 90%).
Sementara itu, keberhasilan pengobatan TBC resisten obat (RO) baru mencapai 58% (jauh dari target 80%).
(*Red)
















