Dapur SPPG Tak Higienis, Penyebab Pasti Keracunan 19 Siswa Masih Tunggu Lab BBPOM

Program MBG di Kapuas Hulu yang berlangsung di SDN 03 Kedamin Putussibau Selatan, dimana program tersebut dihentikan sementara karena adanya kasus dugaan keracunan. (Dok. Ist)
Program MBG di Kapuas Hulu yang berlangsung di SDN 03 Kedamin Putussibau Selatan, dimana program tersebut dihentikan sementara karena adanya kasus dugaan keracunan. (Dok. Ist)

“Pastinya semua sampel makanan MBG tersebut, sudah kami serahkan ke BBPOM Sanggau, dan hasilnya kita masih menunggu,” katanya, Kamis (13/11).

Sebelumnya, sekitar 19 orang anak pelajar di Kecamatan Putussibau Selatan, harus dilarikan ke RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau.

Mereka mendapatkan perawatan medis setelah menyantap makanan MBG dan mengalami muntah-muntah.

Atas kejadian tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) BGI Kabupaten Kapuas Hulu, Sony Deviandi Putra, telah melaksanakan evaluasi.

Pihaknya juga telah menghentikan sementara dapur SPPG di Teluk Barak, Kelurahan Kedamin Hilir, yang mengelola makanan MBG tersebut.

Temuan ini diperkuat berdasarkan hasil pemeriksaan dari Dinkes PP KB Kapuas Hulu.

Baca Juga: Cetak Sejarah, INKANAS Kapuas Hulu Raih Juara Umum II Kejurda Kalbar 2025

Ditemukan ada sebanyak lima dapur MBG di wilayah Kecamatan Putussibau Utara dan Selatan, dinyatakan belum atau tidak memenuhi syarat higienis sanitasi, baik bagian dalam ruangan dapur maupun di luar dapur.

(ra)