Dilantik Sekda Harisson, Baskoro Efendy Resmi Pimpin Formajakon Kalbar 2025-2030

Sekda Kalbar, dr. Harisson (kanan), saat melantik Baskoro Efendy (tengah) sebagai Ketua Formajakon Kalimantan Barat periode 2025–2030 di Gedung Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (11/11/2025).
Sekda Kalbar, dr. Harisson (kanan), saat melantik Baskoro Efendy (tengah) sebagai Ketua Formajakon Kalimantan Barat periode 2025–2030 di Gedung Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (11/11/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id

Ketua panitia penyelenggara, Dhieco Mahar Dhiecha, melaporkan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta.

Mereka terdiri dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari OPD, Forkopimda, perguruan tinggi, seluruh asosiasi jasa konstruksi, KADIN, BPJS Ketenagakerjaan, hingga rantai pasok material konstruksi.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalbar yang dibacakan Sekda Harisson, disampaikan bahwa Pemprov Kalbar tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur, meskipun terjadi pengurangan TKD sekitar Rp500 miliar.

“Pembangunan infrastruktur tetap berlanjut, di antaranya, pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Singkawang dan Pontianak yang dijadwalkan mulai dikerjakan tahun depan,” ujar Harisson saat membacakan sambutan.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kalbar dari sektor konstruksi terbilang tinggi, yakni mencapai 12,03 persen.

Baca Juga: AD/ART Disetujui, Formajakon Kalbar Siap Jadi Wadah Insan Konstruksi Profesional

Harisson memaparkan, pada tahun anggaran 2025 saja, Pemprov Kalbar mengelola lebih dari 2.500 paket pekerjaan konstruksi.

“Diperkirakan [proyek-proyek tersebut] membutuhkan 5.200 tenaga ahli bersertifikat. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga teknik bersertifikat, Pemprov Kalbar mengharapkan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Dirjen Bina Konstruksi agar Kalbar memperoleh prioritas peningkatan jumlah tenaga ahli di masa mendatang.”

Sekda Harisson juga menegaskan bahwa sektor Jasa Konstruksi di Kalimantan Barat bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun harapan masyarakat.

“Sektor konstruksi bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun masa depan dan harapan masyarakat Kalimantan Barat,” tutupnya.

(*Red)