Suharyanto juga bercerita tentang pengalaman menangani bencana non-alam yang terjadi di Indonesia.
Baca Juga: Kepala BNPB Ajak Lemhannas Perkuat Budaya Sadar Bencana Demi Ketahanan Nasional
Ini dimulai dari Pandemi COVID-19, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), wabah rabies, konflik sosial Adonara, penanganan kelaparan dan gagal panen, serta terakhir penanganan kegagalan konstruksi di Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo.
Di akhir paparan, ia menjelaskan bahwa penanggulangan bencana yang dilakukan tidak hanya di Indonesia saja, namun sejumlah negara pun sempat merasakan uluran tangan pemerintah Indonesia di bawah komando BNPB.
“Tiga tahun terakhir indonesia Sudah bisa memberikan bantuan ke 15 negara, ketika negara itu terkena bencana,” tutup Suharyanto.
(*Red)
















