Hilang 50 Hari, Seorang Warga Sungai Pinyuh Ditemukan Tinggal Kerangka di Belakang Rumah

Petugas INAFIS Polres Mempawah saat melakukan olah TKP penemuan kerangka Ajung (56) di belakang rumah korban di Sungai Pinyuh, Jumat (7/11/2025).
Petugas INAFIS Polres Mempawah saat melakukan olah TKP penemuan kerangka (56) di Sungai Pinyuh, Jumat (7/11/2025).

Penemuan mengejutkan ini pertama kali diketahui oleh kakak korban saat menebas rumput di halaman belakang.

Ketua RT setempat, Ajit, mengatakan kakak korban langsung melapor setelah menemukan kerangka itu.

“Kakaknya yang menemukan duluan, lalu melapor ke saya bersama anaknya. Kami langsung ke Polsek Sungai Pinyuh,” ujarnya.

Ajit menyebut, korban selama ini dikenal memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Hal ini yang diduga menjadi penyebab korban meninggal di lokasi tersebut.

“Kadang-kadang dia pingsan, mulutnya berbusa. Sudah sekitar dua bulan dia dilaporkan hilang,” tambahnya.

Sementara itu, keponakan korban, Yanto, mengatakan keluarga sudah berupaya maksimal mencari keberadaan Ajung sejak lama. Mereka telah melapor ke Dinas Sosial, Polsek, dan menyebarkan informasi kehilangan lewat media sosial.

“Kami sudah cari ke mana-mana, ternyata dia meninggal di sumur belakang rumah sendiri,” ucapnya pilu.

Yanto menjelaskan, Ajung sendiri punya kebiasaan berjalan ke mana-mana. Itulah penyebab pihak keluarga sama sekali tidak menyangka bahwa korban meninggal di area belakang rumah, yang notabene tersembunyi dan tertutup semak.

Baca Juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Ramayadi, Diduga Korban Sekoci Terbalik

Menanggapi penemuan kerangka di Sungai Pinyuh itu, Pamapta II Polres Mempawah, IPDA Sumartian Suheri, menjelaskan pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim INAFIS.

“Sabhara memasang police line, intel kami arahkan menggali informasi, dan reserse mengumpulkan alat bukti. Dugaan sementara korban adalah Ajung yang hilang sekitar 50 hari lalu. Namun penyebab kematiannya masih kami dalami,” terangnya.

(*Red)