Dana MBG Rp 1 Miliar di Bandung Barat Raib Kena Phishing, BGN Lapor ke Mabes Polri

SPPG Pangauban Batujajar
SPPG Pangauban Batujajar. (Dok. Ist)

Tiba-tiba, akses ke sistem memunculkan perintah untuk penggantian kata sandi (password). Cakra kemudian menghubungi layanan pesan teks langsung (live chat) BNI melalui situs resmi bank tersebut.

Tidak lama setelah itu, Cakra dihubungi oleh seseorang yang mengklaim sebagai pihak resmi bank. Oknum tersebut memberikan sebuah tautan (link) palsu untuk mengganti kata sandi dengan dalih keamanan.

“Karena meyakini bahwa komunikasi itu legal, Cakra lalu mengikuti arahan orang itu, termasuk memberikan challenge and response banking yang bersifat rahasia.”

Keesokan harinya, kontak oknum tersebut sudah tidak bisa lagi dihubungi. Setelah dilakukan pengecekan, Cakra mendapati fakta pahit.

“Setelah dilakukan pengecekan, ternyata saldo rekening yang sebelumnya sekitar Rp1 miliar tersisa hanya Rp12 juta.”

Operasional 8 Sekolah Terhenti

Akibat insiden phishing ini, SPPG Pangauban yang baru beroperasi selama 10 hari tersebut terpaksa berhenti sementara.

Padahal, SPPG Pangauban memproduksi 3.500 porsi menu dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari untuk didistribusikan ke delapan sekolah di wilayah Batujajar.

Baca Juga: Waspada! Beredar Situs Palsu CMS Bank Kalbar, Ini Link Resminya

Agar kejadian serupa tidak berulang, Wakil Kepala BGN mengingatkan agar semua Kepala SPPG mewaspadai modus operandi kejahatan siber ini serta lebih cermat dan berhati-hati dalam bertransaksi.

“Kepala SPPG Pangauban saat ini juga telah dinonaktifkan oleh BGN untuk investigasi lebih lanjut,” tambah Sony.

(*Red)