Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat (Bank Indonesia, Agustus 2025) mencatat, lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya penambangan bauksit, pasir silika, dan emas.
Kinerja korporasi juga mendukung tren ini. PT Antam Tbk, misalnya, mencatat peningkatan signifikan produksi bauksit pada semester I-2025 hingga 1,38 juta ton, melonjak tajam dibandingkan 542 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bank Indonesia menilai, produksi bauksit Kalbar akan terus meningkat seiring tingginya kebutuhan bahan baku alumina domestik.
Namun, lembaga itu juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan dan tata kelola tambang yang berkelanjutan agar pertumbuhan tidak menimbulkan dampak ekologis jangka panjang.
Baca Juga: Kalbar Dapat Jatah, Proyek Smelter dan Hilirisasi Bauksit Masuk Rencana Investasi Rp 618 Triliun
(*Red)
















