Angin kencang pada Senin (3/11) mengakibatkan kerusakan di Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel. Kaji cepat sementara mencatat 20 rumah dan satu fasilitas pendidikan terdampak.
Baca Juga: Laporan BNPB: Bencana Hidrometeorologi Basah Landa Jakarta, Sukabumi, dan Pati
Selain angin kencang, bencana hidrometeorologi basah dan kering juga dilaporkan terjadi.
Banjir di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (4/11), banjir melanda Kecamatan Setia Bakti, Krueng Sabee, dan Panga. Sedikitnya 216 rumah terdampak.
“Kondisi cuaca saat ini terpantau mendung dan tidak menutup kemungkinan apabila hujan banjir dapat meluas. Namun demikian, genangan air di Gampong Lhok Bot, Curek dan Suak Beukah berangsur-angsur mulai surut,” lapor Pusdalops.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, pada Minggu (2/11).
Lahan seluas 1 hektar yang didominasi semak belukar hangus terbakar.
“Kondisi terkini per Selasa (4/11) api sudah berhasil dipadamkan. Kini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.” tulis laporan BNPB.
Imbauan BNPB
Menyikapi bencana yang terjadi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan bencana.
Kesiapsiagaan ini diperlukan warga untuk menyikapi tidak hanya ancaman potensi risiko bahaya hidrometeorologi basah tetapi juga hidrometeorologi kering.
Baca Juga: Update Bencana BNPB: Banjir Landa Sejumlah Wilayah, Longsor di Bandung Barat Telan Korban Jiwa
Bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diminta selalu memantau ketinggian air secara berkala.
Jika terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.
(*Red)
















