Sakit Bikin ‘Cengeng’? Ini 3 Alasan Utama Kita Jadi Kangen Orang Tua

"Sedang sakit dan kangen orang tua? Anda tidak sendiri. Ini 3 alasan psikologis mengapa kita selalu teringat rumah dan butuh rasa aman saat tubuh lemah. "
Sedang sakit dan kangen orang tua? Anda tidak sendiri. Ini 3 alasan psikologis mengapa kita selalu teringat rumah dan butuh rasa aman saat tubuh lemah. (Dok. Ist)

2. Kebutuhan Akan Rasa Aman Emosional

Dunia menuntut kita untuk selalu kuat, kompeten, dan “dewasa”.

Tetapi saat sakit, tubuh kita menjadi lemah, dan secara otomatis, mental kita juga menjadi lebih rapuh.

Kita tidak ingin berpura-pura kuat.

Di hadapan orang tua, kita diizinkan untuk menjadi “lemah” tanpa dihakimi.

Kita boleh mengeluh, merengek, atau sekadar diam tanpa harus menjelaskan apa pun.

Pelukan ibu atau tepukan punggung ayah memberikan rasa aman psikologis yang tak tertandingi, sebuah sinyal ke alam bawah sadar kita bahwa “semua akan baik-baik saja” karena “pawang”-nya sudah ada.

3. Nostalgia Kenyamanan Masa Kecil

Sakit adalah pemicu nostalgia yang kuat.

Perasaan tidak nyaman di tubuh secara otomatis memutar kembali memori kita ke masa kecil, saat di mana menjadi sakit berarti “libur” dari segala tanggung jawab (sekolah atau PR) dan menjadi pusat perhatian.

Kita teringat ritual-ritual kecil mungkin diselimuti di sofa sambil menonton kartun, dibuatkan teh jahe hangat, atau dielus kepalanya sampai tertidur.

Yang kita rindukan bukan hanya sosok orang tuanya, tetapi seluruh “paket” kenyamanan dan keamanan absolut yang hanya kita rasakan sebagai seorang anak di rumah.

Baca Juga: Anak Kost Demam? Jangan Panik, Lakukan 4 Langkah Wajib Ini di Kamar

(*Mira)